Memilih kendaraan niaga tidak cukup hanya berdasarkan desain atau harga. Kapasitas muatan harus disesuaikan dengan jenis barang, volume pengiriman, serta kebutuhan operasional harian agar kendaraan dapat digunakan secara optimal.
ERGA Motor menyediakan beberapa pilihan kendaraan listrik roda tiga dengan kapasitas muatan berbeda, mulai dari 500 kg hingga 1.000 kg.
Kenali Kebutuhan Muatan
Langkah pertama adalah menghitung perkiraan berat barang yang biasa diangkut dalam satu perjalanan. Hindari memilih kendaraan dengan kapasitas yang terlalu rendah karena dapat mengganggu kelancaran operasional.
Untuk kebutuhan angkut ringan hingga menengah, ERGA Niaga 120 dapat menjadi pilihan. Kendaraan ini memiliki kapasitas muatan hingga 500 kg, daya puncak motor 2.000 W, serta jarak tempuh yang tercantum sebesar 60–80 km.
Sementara itu, ERGA Niaga 160 menawarkan kapasitas muatan hingga 800 kg dengan daya puncak motor 2.400 W. Tipe ini sesuai untuk bisnis yang membutuhkan ruang angkut lebih besar dibandingkan penggunaan skala ringan.
Untuk kebutuhan pengangkutan dengan kapasitas lebih tinggi, tersedia ERGA Niaga 180 dan ERGA Niaga Box. Keduanya memiliki kapasitas muatan hingga 1.000 kg dan daya puncak motor 3.600 W.
Sesuaikan Bentuk Kendaraan
Selain berat muatan, perhatikan pula jenis barang yang dibawa. Bak terbuka memberikan kemudahan ketika membawa barang berukuran besar atau membutuhkan proses bongkar muat yang praktis.
Sebaliknya, kendaraan box tertutup dapat digunakan untuk barang yang membutuhkan perlindungan lebih baik dari hujan dan risiko kehilangan selama perjalanan. Pilihan ini dapat dipertimbangkan untuk kegiatan distribusi dan pengiriman barang.
Pertimbangkan Rute Operasional
Perhatikan jarak perjalanan, kondisi jalan, dan akses menuju lokasi pelanggan. Kendaraan roda tiga ERGA memiliki dimensi ringkas sehingga dapat melewati jalan atau gang sempit yang sulit dijangkau mobil boks roda empat.
Dengan memahami berat muatan, bentuk ruang angkut, dan kondisi rute, Anda dapat memilih kendaraan niaga yang lebih sesuai dengan kebutuhan operasional usaha.
